Selasa, 25 Maret 2014

Permasalahan Lingkungan Yang Marak Terjadi Dibulan Maret



Sampah Alat Peraga Kampanye
CAPRES Dan CALEG
Merusak Lingkungan Ibu Kota


            Pemasangan atribut kampanye kian tidak memperhatikan etika. Alat peraga yang semula jadi media para calon legislator mengenalkan diri ke publik, justru membuat masyarakat menjadi jengkel. Mulai dari spanduk, poster, stiker, baliho hingga bendera partai dipasang sembarangan, di pinggir-pinggir jalan, di pohon, di tiang-tiang secara bertumpuk-tumpuk hingga merusak pemandangan.
Alat peraga itu menjadi sampah visual yang merebut ruang publik. Celakanya lagi, kondisi demikian bukan hanya terjadi kali ini, melainkan sudah berulang-ulang pada tidak musim kampanye. Sampah-sampah visual dibiarkan begitu saja mengotori lingkungan. Siapa yang mesti bertanggung jawab atas sampah-sampah iklan politik itu. Sumbo Tinarbuko,. Dosen Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, Senin (10/03/2014) berkata "Yang mesti bertanggung jawab harusnya yang memasang dan menyebar sampah visual dong, bukan rakyat. Dalam hal ini yang nyuruh masang dan nebar kan si caleg dan si parpol, ya mereka harus tanggung jawab”. http://news.detik.com/read/2014/03/11/134109/2522153/10/1/di-mana-tanggung-jawab-caleg-dan-parpol
Menurut saya sampah-sampah seperti atribut kampanye seperti alat peraga haruslah memperhatikan etika, dimana mereka yang menebar sampah-sampah atribut kampanye inilah yang harusnya membersihkan sampah-sampah. Samapah-sampah alat peraga kampanye ini juga sebenarnya tidak perlu banyak dipasang di badan-badan ibukota dan daerah sekitarnya pasalnya atribut tersebut hanya menebar atau memperbanyak sampah di ibukota dan lebih parahnya lagi atribut kampanye tersebut setelah selesai pemilu tidak dibersihkan kembali, sehingga merusak pemandangan lingkungan sekitar, saya dapat berkata demikian karena setelah berkaca dari pemilu-pemilu sebulumnya ya seperti itu.
Saya selalu bertanya-tanya, apakah model kampanye seperti itu efektif atau tidak, karena alih-alih bikin orang kecantol dengan visi dan misi si caleg dan capres, orang malah bayak yang kesel melihat badan-badan jalan dipenuhi sampah kampanye. Saran saya sih buat parpol yang akan berkampanye, boleh-boleh aja pake alat peraga kampanye tapi sebaiknya setelah pemilunya selesai ya tolonglah dibersihkan, kan negara ini negara kita juga jadi langkahkah lebih baik kita sadar dan membuang sampah pada tempatnya. Semoga saja kita tidak lupa bahwa kegitan-kegiatan seperti kampanye atau promosi tidak harus menggunakan spanduk, benner atau baliho karena penggunaan alat-alat tersebut jika tidak dibersihkan akan merusak lingkungan apalagi alat-alat tersebut menggunakan bahan palstik sehingga sulit didaur ulang. Alternatif lainnya sebaiknya kita gunakan iklan-iklan dan memberi baju promosi atau kampanye yang lebih berkualitas sehingga tidak merusak lingkungan.