Google+ Badge

Minggu, 19 Oktober 2014

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN


Kewirausahaan Dalam Perspektif Sejarah muncul pertama kali di Inggris pada akhir abad 18. Diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Jadi keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.
Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis yaitu Perantara, Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Pelaku kewirausahaan disebut wirausahawan, Wirausahawan adalah seorang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
            Seorang wirausahawan memiliki beberapa jenis prilaku yaitu prilaku memulai inisiatif, Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah, serta menerima resiko dan kegagalan. Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga prilaku wirausahawan tersebut.
a.  Prilaku memulai inisiatif artinya seorang wirausahawan haruslah
     memiliki inisiatif tersendiri dalam membangun usahanya, sehingga
     konsumen akan merasakan adanya perbedaan yang khas dari produk
     yang dipasarkan dari pada produk kompetitornya.
b.  Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk
     merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, maksudnya
     adalah memaksimalkan segala sesuatu yang berbau sosial dan
     ekonomi untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan serta
     memanfaatkan sumber daya dan situasi yang terjadi dengan
     cara yang efektif dan efisien untuk tetap menarik minat pelanggan.
c.  Diterimanya resiko dan kegagalan artinya seorang wirausahawan haruslah berani   menerima resiko dan kegagalan yang akan dihadapi usahanya apabila sewaktu waktu terjadinya penurunan hasil penjualan produk.

Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi artinya seorang wirausahawan haruslah memilikikeinginan untuk berprestasi di bidang usahanya.
2. Keinginan untuk bertanggung jawab artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki keinginan untuk bertanggung jawab penuh terhadap usahanya.
3.  Preferensi kepada resiko-resiko menengah artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki Preferensi kepada resiko-resiko menengah dibidang usahanya.
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil artinya seorang wirausahawan
haruslah memiliki persepsinya sendiri kepada kemungkinan keberhasilan pada        bidang usaha yang diambilnya.
5.  Rangsangan oleh umpan balik artinya wirausahawan haruslah menunjukkan rangsangan atau ekspresi terhadap umpan yang diberikan oleh para kompetitor.
6.  Aktivitas energik artinya wirausahawan haruslah energik setiap melakukan aktivitas.
7. Orientasi ke masa depan artinya wirausahawan haruslah memiliki orientasinya sendiri akan berubahnya zaman atau masa depan yang akan datang.
8.  Keterampilan dalam pengorganisasian artinya wirausahawan haruslah terampil dalam berorganisasi.
9.  Sikap terhadap uang artinya wirausahawan haruslah mempunyai sikap tersendiri kepada keuntungan yang diperolehnya.
Penentuan potensi kewirausahaan dibawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi kesuksesan bagi kewirausahaan:
1. Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n-Ach tinggi.
2. Kemampuan inovatif artinya wirausahawan haruslah inovatif dalam mendesain atau merancang produk dari usahanya.
3. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) artinya wirausahawan haruslah dapat memberikan toleransi terhadap keinginan untuk menduga-duga.
4. Keinginan untuk berprestasi artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki keinginan untuk berprestasi di bidang usahanya.
5.  Kemampuan perencanaan realistis artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki kemampuan yang realistis dalam melakukan perancangan.
6.  Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki sikap kepemimpinan terorientasi terhadap tujuan yang telah ditentukannya .
7. Obyektivitas artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki
     Sikap obyetivitas di bidang usahanya.
8.  Tanggung jawab pribadi artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki Tanggung jawab pribadi di bidang usahanya.
9.  Kemampuan beradaptasi artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki kemampuan beradaptasi di bidang usaha yang telah dipilihnya.
10.  Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator artinya seorang wirausahawan haruslah memiliki kemampuan berorganisasi dan mampu sebagai seorang administrator sekalipun.

Menurut Mc Clelland terdapat tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi, berikut merupakan tiga kebutuhan dasar tersebut.
a.  Kebutuhan untuk berprestasi (n-ACH)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
b.  Kebutuhan untuk berafiliasi (n-Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
c.  Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

Bentuk-bentuk Kepemilikan Badan Usaha
A. Perusahaan Perseorangan adalah bisnis yang dimiliki oleh seorang Pemilik
a. Keuntungan Perusahaan Perseorangan :
- Semua laba hanya untuk pengusaha
- Pengendalian seutuhnya
- Organisasi sederhana
- Pajak rendah
b. Kerugian Perusahaan Perseorangan :
- Bertanggung jawab atas semua kerugian
- Dana terbatas
- Ketrampilan terbatas
- Tanggung jawab tidak terbatas
B. Perusahaan Kemitraan/Partnership adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih.
a.  Keuntungan :
- Dana tambahan
- Kerugian ditanggung bersama
- Lebih ada spesialisasi
b.  Kerugian :
- Berbagi pengendalian
- Tanggung jawab tidak terbatas
- Berbagi laba
C. Korporasi adalah badan usaha yang dimiliki dua orang atau lebih dimana kepemilikan usaha tersebut dapat di tranfrer.
a.  Keuntungan :
- Tanggung jawab terbatas
- Akses terhadap modal
- Transfer kepemilikan
b. Kerugian :
- Biaya keorganisasian tinggi
- Transparansi publik
- Masalah keagenan
- Pajak tinggi

langkah-langkah dalam penyediaan sumber daya manusia dan tahap-tahap proses seleksi.
1.      Tahap pencarian calon tenaga kerja.
Pada tahap ini diusahakan agar jumlah calon tenaga kerja terkumpul cukup banyak sehingga dapat dilakukan seleksi yang baik. Makin banyak calon tenaga kerja, makin banyak kemungkinan mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan perusahaan. Pencarian calon tenaga kerja dilakukan melalui :
a.   Iklan
b.   Pendekatan langsung ke sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan.
c. Para tenaga kerjanya sendiri yang mengajukan kenalan atau anggota keluarganya yang dapat mereka jamin ‘kebaikan’ pekerjaan mereka.
   d.   Pencari kerja melamar sendiri ke perusahaan-perusahaan.
2.      Tahap seleksi calon tenaga kerja
Proses seleksi calon tenaga kerja diperusahaan di Indonesia bervariasi. Namun secara garis besar seleksi berlangsung sesuai dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
      a.  Seleksi surat-surat lamaran
      b.  Wawancara awal.
       c.  Ujian, psikotes, wawancara. Tahap ini dapat dibagi dalam 3 subtahap yaitu (a) ujian: calon mendapat ujian tertulis tentang pengetahuan dan keterampilannya dengan pekerjaan yang dilamar. (b) psikotes: calon dievaluasi secara psikologi, yang meliputi pemberian tes psikologi secara kelompok atau klasikal dan secara perorangan dan wawancara. (c) wawancara: calon diwawancarai oleh         pemimpin unit kerja yang memerlukan tenaganya. Disini calon diwawancarai oleh atasan dari jabatan yang akan ia duduki jika diterima. Atasan dapat melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki calon tentang pekerjaan yang ia lamar. Dalam tahap tiga ini dapat terjadi bahwa para calon mengikuti semua subtahap atau hanya mengikuti subtahap berikutnya kalau dinilai memuaskan pada subtahap sebelumnya.
       d.  Penilaian akhir. Pada tahap ini hasil-hasil dari tahap sebelumnya dinilai secara keseluruhan untuk sampai diambil keputusan akhir calon mana yang akan diterima atau ditolak. Para calon yang diterima kemudian diminta untuk dites       kesehatan umumnya. Hasil tes kesehatan ini dan hasil-hasil dari tahapan sebelumnya kemudian digunakan sebagai dasar penerimaan atau penolakan calon.
      e.      Pemberitahuan dan wawancara akhir. Hasil penilaian pada tahap 4
      diberitahukan kepada para calon. Wawancara akhir dilakukan pada calon yang diterima, kemudian diterangkan tentang berbagai kebijakan, terutama yang menyangkut kebijakan dalam bidang SDM, seperti gaji dan imbalan lainnya. Jika calon tenaga kerja menyetujuinya, ia dapat diterima pada perusahaan.
      f.       Penerimaan. Dalam tahap ini para calon tenaga kerja mendapat
      surat keputusan diterima kerja pada perusahaan dengan berbagai persyaratan kerja. Ada kalanya tenaga kerja diminta untuk menandatangani sebuah kontrak
                kerja.


                 3. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/12/kewirausahaan-28/         



Tidak ada komentar:

Posting Komentar